Dokter keluarga adalah dokter yang berprofesi khusus sebagai Dokter Praktik Umum yang menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan Strata Pertama (pelayanan kesehatan primer" yang utama": tercakup 90 persent masalah kesehatan yang ada baik prehospitalisasi dan post hospitalisasi) dengan menerapkan prinsip-prinsip Kedokteran Keluarga, terkadang merekapun dapat berfungsi di rumah sakit sebagai koordinator, pembela hak pasien dan teman (advokasi) dari tindakan tindakan medis yang mungkin tidak optimal.
Berprofesi khusus
Dididik secara khusus untuk mencapai standar profesi sebagai penyelenggara layanan primer dengan pendekatan kedokteran keluarga, di indonesia di bagi dua bagian, kedokteran umum dasar ( kompetensi dokter), dilanjutkan dengan kedokteran umum lanjut(spesialisasi): postgraduate training in family medicine: diploma dokter keluarga(DK) dan future, Sp.FM( spesialis family medisin).Di bawah naungan kolegium PDKI( Perhimpunan Dokter keluarga Indonesia)
Dokter Praktik Umum (Dokter, Dokter keluarga(DK), Sp.FM, kewenangan klinis sesuai dengan kompetensinya)
Dokter yang dalam praktiknya menampung semua masalah yang dipunyai pasien tanpa memandang jenis kelamin( men &women health), status sosial, jenis penyakit ataupun sistem organ( external & internal Medicine), golongan usia( Child, Adult & senior citizen wellness), meliputi: pencegahan, pengobatan dan rehabilitasi(Preventive, curative, paliative,&rehabilitative care), sering dikenal sebagai doctor from the womb to the tomb , dokter yang menjadi teman perjalanan yang dinamakan kehidupan.
Layanan kesehatan tingkat primer:"yang utama"
Pelayanan kesehatan tempat kontak pertama dan kelanjutannya (continuing care) dengan pasien guna menyelesaikan secara komprehansif semua masalah sedini dan sedapat mungkin dengan mengutamakan pencegahan baik pencegahan primair, dan secunder(optimalisasi pengobatan dan pemantauan berkala pada penyakit kronis). Selanjutnya, jika diperlukan, mengkoordinasikan tindak lanjut misalnya dengan melakukan pemeriksaan penunjang atau merujuk/mengkonsultasikan ke pelayanan spesialistis yang diperlukan pasien, dimana sejawat spesialis memberi jawaban tertulis dan selanjutnya dokter keluarga (Family physician)mengambil keputusan (decision maker)menyesuaikan terapi sesuai dengan kondisi pasien(pasien center), dan melakukan pembinaan berkelanjutan(continuing care)..
Prinsip-prinsip Kedokteran Keluarga (pendekatan kedokteran keluarga) adalah memberikan/ mewujudkan:
- Pelayanan komprehensif dengan pendekatan holistik
- Pelayanan yang kontinu
- Pelayanan yang mengutamakan pencegahan( preventif0
- Pelayanan yang koordinatif dan kolaboratif
- Penanganan personal bagi setiap pasien sebagai bagian integral dari keluarganya
- Pelayanan yang mempertimbangkan keluarga, lingkungan kerja, dan lingkungan tempat tinggalnya
- Pelayanan yang menjunjung tinggi etika dan hukum
- Pelayanan yang sadar biaya
- Pelayanan yang dapat diaudit dan dapat dipertangungjawabkan
apakah gelar DPDK dapat dipasang pada nama, dan bagaimana penulisannya.
BalasHapus