Jumat, 01 Mei 2009

UMUM - ATLET BAHRAIN PERAIH EMAS OLIMPIADE TERBUKTI DOPING

Thursday, 30 April 2009 16:37

Peraih emas nomor lari 1.500 meter Olimpiade asal Bahrain, Rashid Ramzi dan dua pembalap sepeda termasuk di antara enam atlet yang positif menggunakan obat terlarang CERA di Beijing tahun lalu, kata pejabat berwenang, Rabu waktu setempat.

Stuttgart, 30/4 (ANTARA/Reuters)- Peraih emas nomor lari 1.500 meter Olimpiade asal Bahrain, Rashid Ramzi dan dua pembalap sepeda termasuk di antara enam atlet yang positif menggunakan obat terlarang CERA di Beijing tahun lalu, kata pejabat berwenang, Rabu waktu setempat.

Atlet balap sepeda Italia peraih perak Olimpiade Davide Rebellin dan Stefan Schumacher dari Jerman, yang telah dihukum karena doping, juga ditegaskan positif menggunakan CERA bersama Ramzi melalui tes ulang sejumlah sampel yang diambil di Beijing tahun lalu.

Komite Olimpiade Internasional (IOC) Selasa mengumumkan telah menemukan tujuh hasil tes positif dari uji ulang atas sejumlah sampel yang diambil dari Beijing, yang melibatkan enam atlet.

Komite Olimpade Italia dan Bahrain menegaskan bahwa Rebellin dan Ramzi positif, sementara komfirmasi mengenai Schumacher diumumkan federasi balap sepeda Jerman.

Sumber-sumber yang dekat dengan IOC mengatakan, juara jalan cepat 20km Olimpiade Athena 2004 Athanasia Tsoumeleka dan pelari 800 meter Kroasia Vanja Perisic juga positif menggunakan obat terlarang itu ketika berlomba di Beijing 2008.

Media lokal di Zagreb, mengutip anggota senior Komite Olimpiade Nasional Kroasia, menegaskan bahwa Perisic telah gagal dalam tes doping.

Perisic tersisih dari pada putaran pertama Olimpiade Beijing.

Sementara itu Tsoumeleka, 27, yang finis urutan sembilan di Beijing, pada Olimpiade di Athena 2004 sempat membuat kejuatan dengan meraih emas, padahal setahun sebelumnya ia hanya di urutan ketujuh dalam kejuaraan dunia di Paris.

Komite Olimpiade Bahrain mengatakan, pihaknya akan menemui Ramzi, atlet pertama negara itu yang meraih emas Olimpiade, untuk menginformasikan mengenai temuan doping ini dan mendengar penjelasannya.

Komite Olimpiade Bahrain, yang menyatakan prihatin atas kabar dari IOC tersebut, mengingatkan bahwa Ramzi telah menjalani sejumlah tes doping sebelum dan selama Olimpiade Beijing, dan semuanya negatif.

Keenam atlet tersebut positif mengandung CERA (Continuous Erythropoiesis Receptor Activator), generasi baru pemompa darah erythoropoietin, yang tesnya dilakukan baru-baru ini.

Presiden Federasi Balap Sepeda Internasional (UCI) Pat McQuaid mengatakan, Komite Olimpiade Italia (CONI) melakukan kesalahan dengan menyebut nama atlet.

"CONI telah melanggar aturan, dan itu memalukan. Ini masalah internasional, dan dalam situasi seperti itu maka UCI yang berhak melakukan proses penindakan," kata McQuaid.

Para atlet, yang beberapa di antaranya belum disebutkan namanya, kini dapat meminta tes sampel B.

Jika sampel B juga positif, mereka terancam skorsing dua tahun untuk kasus pertama dan seumur hidup jika sudah pernah terlibat kasus serupa, seperti Schumacher. (

Tidak ada komentar:

Posting Komentar